IBN Peroleh 5 Penghargaan Penelitian dan PKM dari LLDIKTI Wilayah II Palembang

Bagikan Artikel

Pringsewu- Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung tidak tanggung-tanggung berkat kerja keras Tim Peneliti dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2026 akhirnya mendapat 5 penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II Palembang, ungkap Didi Susianto.M.Kom Wakil Rektor 1 IBN, Rabu, (1/6/2026).

Didi Susianto, yang juga sebagai Ketua Tim Akselerasi Penggabungan Perguruan Tinggi, menjelaskan, Lima penghargaan yang di berikan kepada IBN Lampung, yang pertama Peringkat 1 Pendanaan Penelitian Terbanyak dengan Nominal. Ke dua Peringkat 2 Akun Score Sinta Tertinggi Tingkat Institut.

Penghargaan ke tiga Peringkat 2 Jumlah Judul Penelitian Terbanyak Didanai. Penghargaan ke empat Peringkat 3 PkM Terbanyak Untuk Level Institut Dengan Jumlah Dana Didanai, serta penghargaan ke Lima Peringkat 3 Jumlah Judul PkM terbanyak untuk level Institut.

Penghargaan tersebut di sampaikan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II Palembang, Prof.Dr. Iskhaq Iskandar yang didampingi Fansyuri Dwi Putra.S.E.,M.Si. pada saat kami melaksanakan Audiensi Strategis bersama LLDIKTI Wilayah II dalam rangka percepatan akselerasi proses penggabungan Perguruan Tinggi, pada Selasa, 30 Juli 2026 kemarin di Palembang “kata Didi Susianto.

Saat Audiensi dan menerima penghargaan di ruang rapat LLDIKTI Wilayah II Didi Susianto, Wakil Rektor I didampingi, Dekan FTIKOM,M. Musluhudin.M.T.I., Kepala Humas IBN, Sri Ipnuwati.M.Kom.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan tata kelola kelembagaan serta peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi.

“Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing institusi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah dan nasional” kata Didi.

Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, dalam arahannya menyampaikan bahwa proses penggabungan perguruan tinggi harus dipandang sebagai strategi transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

“Penggabungan perguruan tinggi bukan sekadar penyatuan administrasi, tetapi merupakan upaya strategis untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas akademik, memperluas kapasitas sumber daya, serta membangun institusi pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan global dan kebutuhan masyarakat di masa depan,” ujar Prof.Dr.Iskhaq Iskandar.

Ia juga mengapresiasi capaian Institut Bakti Nusantara dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dekan FTIKOM Institut Bakti Nusantara, M. Muslihudin, M.T.I, menyatakan bahwa penghargaan di bidang penelitian dan PkM menjadi bukti nyata komitmen dosen dan peneliti Institut Bakti Nusantara dalam menghasilkan karya ilmiah, inovasi teknologi, dan program pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Melalui audiensi dan penghargaan ini, Institut Bakti Nusantara semakin optimistis untuk terus memperkuat transformasi kelembagaan, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta memperluas jejaring kolaborasi dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia, ujar Muslihudin. (*).

BACA JUGA  Wabup Pringsewu Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas