PRINGSEWU — Lebih dari 5000 jamaah tumpah ruah mengikuti pelaksanaan Sholat Istisqo Kecamatan Sukoharjo, Jumat pagi. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan hadir dalam suasana penuh kekhusyukan untuk bersama-sama memanjatkan doa memohon turunnya hujan dan keberkahan.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Anak-anak sekolah, santri, petani, guru, tokoh agama hingga masyarakat umum berbaur dalam satu barisan mengikuti rangkaian kegiatan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Camat Sukoharjo, Yuli Susapto, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Sukoharjo. jamaah hadir, mulai dari pelajar, santri, petani hingga masyarakat umum. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi kondisi yang kita rasakan bersama,” ujar Yuli Susapto.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperbanyak doa dan istighfar, meningkatkan ibadah, serta menjaga kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan SK Majelis Taklim dari lima pekon.
Jamaah kemudian mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan Sholat Istisqo yang disampaikan oleh Malik Fajar dari KUA Kecamatan Sukoharjo.
Suasana semakin khidmat ketika ribuan jamaah melaksanakan Sholat Istisqo yang diimami oleh KH. Asror, ulama sepuh Kecamatan Sukoharjo.
Sementara itu, KH. Azis Musyafa, S.Ag. bertindak sebagai khatib. Dalam khutbahnya, jamaah diajak untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah SWT, serta senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Munawir, KH. Toifur Haris, KH. Zaenuri, serta Ust. Ikhsan dari Muhammadiyah.
Pelaksanaan Sholat Istisqo tersebut menjadi momentum kebersamaan masyarakat Kecamatan Sukoharjo. Ribuan orang dari berbagai latar belakang berkumpul, menundukkan kepala dan mengangkat tangan, memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa manfaat serta keberkahan bagi masyarakat dan lingkungan.
Lebih dari sekadar pelaksanaan ibadah, kegiatan ini juga menjadi wujud gotong royong, persatuan dan kepedulian masyarakat Sukoharjo dalam menghadapi kondisi yang dirasakan bersama.(MD)