Santri Kampung Qur’an Al-Fushha Belajar Kenal Tumbuhan Lewat Karya Ecoprint

Bagikan Artikel

PESAWARAN, — Daun dan bunga di lingkungan pondok pesantren kerap hanya dilewati tanpa disadari manfaatnya. Sabtu (26/9/2026), tumbuhan-tumbuhan tersebut justru menjadi bahan belajar sekaligus karya kreatif bagi para santri Kampung Qur’an Al-Fushha, Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok 3 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) PPG Calon Guru Gelombang 1 Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung, sebagai bagian dari Projek Kepemimpinan. Mengusung tema “Ecoprint sebagai Media Pembelajaran untuk Mengenal Keanekaragaman Tumbuhan”, workshop ini diikuti 16 santri kelas 4 hingga 6 SD.

Ecoprint dipilih sebagai sarana pembelajaran karena teknik mencetak motif alami daun dan bunga ke permukaan kain menyatukan tiga hal sekaligus: pemahaman sains, apresiasi seni, serta kesadaran menjaga lingkungan yang berkelanjutan.



Dibuka dengan Harapan Pembelajaran Bermakna

Ketua Pelaksana Kegiatan, Qorina Aulia Umami, secara resmi membuka acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada pihak Kampung Qur’an Al-Fushha atas kesempatan dan dukungan yang diberikan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mengenal lebih dekat berbagai jenis tumbuhan di sekitar kita, sekaligus belajar memanfaatkannya menjadi karya kreatif yang ramah lingkungan,” ujar Qorina.



Menjelajah Alam, Mengenal Tumbuhan, Membuat Karya

Sesi inti dimulai dengan kegiatan eksplorasi. Para santri dibagi dalam kelompok untuk menyusuri lingkungan pondok, mencari serta mengamati beragam jenis daun dan bunga. Hasil temuan mereka kemudian dipelajari, dikelompokkan berdasarkan bentuk, tekstur, dan karakter warnanya.

Selanjutnya, para mahasiswa selaku fasilitator memperkenalkan teknik pembuatan ecoprint. Para santri mempraktikkan metode pounding — memukul tumbuhan di atas kain hingga bentuk dan warna aslinya berpindah ke serat kain. Media yang digunakan berupa tas kain polos yang nantinya dapat dibawa pulang sebagai hasil karya sendiri.

Pendampingan dilakukan secara mendampingi per kelompok, sehingga setiap santri tidak sekadar menghafal nama tumbuhan, melainkan melihat, meraba, membandingkan, dan langsung memanfaatkannya menjadi karya nyata.



Apresiasi, Refleksi, dan Kebersamaan

Kegiatan berlanjut dengan tahap penyelesaian karya serta sesi apresiasi terhadap hasil karya masing-masing santri. Dalam sesi refleksi, para peserta mengingat kembali pengetahuan baru tentang tumbuhan serta pengalaman bekerja sama dalam tim. Rangkaian acara ditutup dengan permainan seru yang mempererat keakraban di antara seluruh peserta maupun panitia.



Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Proyek ini sejalan dengan dua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu:

• SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui pembelajaran yang aktif, nyata, dan berbasis pengalaman langsung;
• SDGs 15 (Kehidupan Ekosistem Daratan), dengan menanamkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati sejak usia dini.



Manfaat yang Tetap Berlanjut

Sebagai wujud kepemimpinan mahasiswa, Kelompok 3 menyerahkan paket materi panduan pengenalan tumbuhan dan teknik ecoprint kepada pihak Kampung Qur’an Al-Fushha. Materi ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan ajar tambahan agar pembelajaran tidak berhenti pada kegiatan satu hari saja.

Lewat pengalaman sederhana menciptakan tas bermotif alam, para santri tidak hanya mengenal kekayaan tumbuhan di sekitar mereka, tetapi juga menumbuhkan sikap peduli dan melestarikan lingkungan sejak dini.(*)

BACA JUGA  Hadirkan Wajah Baru Kuliner, Mascafee Resmi Dibuka di Pringsewu dan Buka Peluang Kemitraan